‎PANTAI LAGUNA SAMUDRA MERPAS JADI ANDALAN WISATA BAHARI UJUNG SELATAN KAUR

NASAL – Pantai Laguna Samudra yang terletak di ujung selatan Kabupaten Kaur, tepatnya Desa Merpas, Kecamatan Nasal, terus didorong menjadi destinasi wisata bahari andalan. Keindahan garis pantai dan nuansa alamnya yang masih alami membuat lokasi ini banyak dilirik wisatawan lokal maupun luar daerah.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur, Juli Sarti, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 5/6/2025. Ia menyebut Laguna Samudra merupakan salah satu potensi unggulan yang dikembangkan Pemkab Kaur untuk memperkuat sektor pariwisata.

‎“Kabupaten Kaur adalah kabupaten yang banyak memiliki tempat wisata yang indah. Salah satunya Pantai Laguna Samudra di Merpas, Nasal. Kami berharap keberadaannya menjadi pendongkrak PAD Kabupaten Kaur,” jelas Juli Sarti.

‎Nama “Laguna” muncul karena bentuk pantai yang menyerupai teluk tenang dengan air laut berwarna gradasi biru kehijauan. Kondisi ini cocok untuk aktivitas wisata santai seperti menikmati sunset, berswafoto, hingga berkemah bersama keluarga. Akses jalan menuju lokasi kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, meski masih memerlukan peningkatan di beberapa titik.

‎Dinas Pariwisata Kaur menyatakan akan memfokuskan pembenahan pada fasilitas dasar. Penyediaan area parkir, kamar bilas, dan tempat sampah menjadi prioritas agar wisatawan merasa nyaman dan lingkungan pantai tetap terjaga kebersihannya.

‎Masyarakat Desa Merpas juga dilibatkan dalam pengelolaan. Kelompok sadar wisata setempat mulai menata warung kecil, jasa perahu, dan homestay sederhana. Keterlibatan warga diharapkan menciptakan efek ekonomi langsung sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap destinasi.

‎Bagi wisatawan, perjalanan ke Laguna Samudra sekaligus menjadi pengalaman menjelajah ujung selatan Bengkulu. Sepanjang rute, pengunjung disuguhi pemandangan  pesisir yang masih asri. Suasana ini menjadi nilai tambah dibanding pantai-pantai ramai di perkotaan.

‎Dengan promosi berkelanjutan dan dukungan infrastruktur, Pemkab Kaur optimistis Pantai Laguna Samudra dapat naik kelas menjadi ikon wisata bahari. Juli Sarti menegaskan, pengembangan dilakukan bertahap agar keindahan alam tetap terjaga. “Wisata maju, lingkungan lestari, masyarakat sejahtera. Itu target kita,” tutupnya.

‎Penulis: 0ngah 021

KETUA PKK SE-KECAMATAN DI KABUPATEN KAUR RESMI DILANTIK, NY POPPY GUSRIL: “JADI PENGUAT DARI DESA

KAUR, – Ketua Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Kaur resmi dilantik dalam acara yang digelar di Gedung Serba Guna Pemda Kabupaten Kaur, Rabu 3/6/2025. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kaur, Ny. Poppy Gusril, dan berlangsung dengan suasana meriah sekaligus hidmat.

Acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan dan pengambilan sumpah jabatan. Satu per satu ketua PKK kecamatan maju ke depan untuk dikukuhkan. Suasana haru terlihat ketika para peserta pelantikan didampingi keluarga dan pengurus PKK desa yang hadir memberi dukungan.

Ny. Poppy Gusril dalam sambutannya menegaskan peran strategis PKK kecamatan sebagai penghubung program kabupaten dengan masyarakat di desa. “Ibu-ibu PKK kecamatan adalah penguat dari desa. Program 10 Program Pokok PKK akan lebih mudah berjalan kalau digerakkan bersama dari tingkat paling bawah,” ujarnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penyegaran kepengurusan sekaligus penguatan komitmen. Para ketua PKK yang baru dilantik diharapkan mampu menggerakkan kegiatan pemberdayaan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sesuai potensi masing-masing kecamatan.

Suasana humanis terasa saat sesi ramah tamah. Para ketua PKK berbagi cerita tentang kondisi wilayahnya, mulai dari program dapur sehat, posyandu aktif, hingga kelompok usaha rumahan. Ny. Poppy mendengarkan langsung dan memberi semangat agar setiap inisiatif kecil di desa bisa naik kelas.

Hadir pula jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Kaur, camat, serta unsur Forkopimcam. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata agar sinergi antara pemerintah kecamatan dan PKK berjalan selaras. Beberapa camat menyatakan siap memfasilitasi program kerja PKK di wilayahnya.

Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan. Suasana meriah muncul ketika para peserta menyanyikan lagu Mars PKK bersama. Banyak peserta mengaku termotivasi untuk segera menyusun program kerja 100 hari pertama.

Dengan kepengurusan baru yang resmi dikukuhkan, TP PKK se-Kabupaten Kaur optimistis dapat memperluas manfaat program hingga ke tingkat rumah tangga. Ny. Poppy menutup acara dengan pesan sederhana: “Kerja PKK itu kerja hati. Kalau niatnya untuk keluarga, pasti dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”

Penulis: 0ngah 021

Sinergi Lintas Daerah, Bupati Kaur Hadiri Peringatan HUT ke-146 Rejang Lebong

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Bupati Kaur, Gusril Pausi, menghadiri upacara peringatan Hari Jadi ke-146 Kabupaten Rejang Lebong yang berpusat di Kota Curup, Jumat (29/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kaur ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus komitmen dalam memperkuat hubungan bilateral antar-pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu.

Acara seremonial tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu serta sejumlah kepala daerah se-Provinsi Bengkulu. Kehadiran para tokoh penting ini dinilai sebagai simbol soliditas dan momentum mempererat kerja sama pembangunan berskala regional.

Dalam kesempatan tersebut, Gusril Pausi memberikan apresiasi tinggi atas capaian historis Kabupaten Rejang Lebong. Menurutnya, usia hampir satu setengah abad merupakan bukti ketangguhan masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengarungi dinamika pembangunan.

“Rentang waktu 146 tahun ini adalah rekam jejak perjuangan yang nyata. Ini merefleksikan bagaimana masyarakat Rejang Lebong merawat nilai budaya sekaligus konsisten bergerak menuju modernisasi daerah,” ujar Gusril di sela-sela kegiatan.

Gusril juga menggarisbawahi pentingnya semangat gotong royong yang menjadi motor penggerak pembangunan di Rejang Lebong. Karakteristik ini dinilai berhasil membawa daerah tersebut keluar dari berbagai tantangan ekonomi dan sosial.

Lebih lanjut, kunjungan kerja ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi informal antar-kepala daerah. Fokus utamanya adalah merumuskan kolaborasi strategis untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di tingkat provinsi.

“Kami berharap pencapaian Rejang Lebong mampu menginspirasi kabupaten lain di Bengkulu. Kuncinya ada pada persatuan dan koordinasi yang kuat agar asas manfaat pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” tambahnya.

Melalui momentum hari jadi ini, Pemerintah Kabupaten Kaur berkomunikasi intensif untuk menjajaki peluang kerja sama baru, baik di sektor komoditas, pariwisata, maupun pelayanan publik, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang inklusif.

Penulis: Pachroul Rozi

DINAS PERTANIAN KAUR TERIMA 12 UNIT MESIN TANAM PADI DARI KEMENTAN RI

KAUR, – Dinas Pertanian Kabupaten Kaur kembali menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan berupa 12 unit mesin tanam padi diserahkan untuk mendukung peningkatan produksi padi di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kaur, Dodi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 26/5/2025. Ia menyebut bantuan alsintan tersebut merupakan bagian dari program penguatan mekanisasi pertanian yang digulirkan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima 12 unit mesin tanam padi dari Kementan RI. Bantuan ini akan segera didistribusikan ke kelompok tani yang telah memenuhi kriteria,” ujar Dodi. Ia menambahkan, penggunaan mesin diharapkan dapat mengefisienkan waktu tanam dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Menurut Dodi, hadirnya mesin tanam padi sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan biaya produksi dan meningkatkan indeks pertanaman. “Dengan mekanisasi, petani bisa menanam lebih cepat dan serempak. Ini penting untuk mengejar target swasembada pangan di Kaur,” katanya.

Dinas Pertanian Kaur menyatakan akan melakukan pendampingan teknis agar alat dapat digunakan secara optimal. Pelatihan singkat bagi operator dan kelompok tani penerima juga akan digelar sebelum alat diserahkan sepenuhnya.

Penerimaan bantuan ini disambut baik oleh petani. Mereka berharap distribusi berjalan tepat sasaran dan perawatan alat mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Dengan tambahan alsintan, Kaur optimistis produksi padi pada musim tanam mendatang dapat meningkat secara signifikan.

Penulis: 0ngah 021

FESTIVAL GURITA MERIAHKAN HUT KAUR KE-23, “KAUR MENGGURITA, GURITA KAUR MENDUNIA.

BINTUHAN, – Lapangan Merdeka Bintuhan menjadi pusat kemeriahan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kaur yang ke-23. Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival Gurita sebagai ikon perayaan, dengan jargon _“Kaur Menggurita, Gurita Kaur Mendunia”_.

‎Festival ini dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan ruang promosi potensi laut Kaur yang selama ini menjadi tumpuan nelayan pesisir. Gurita, yang dikenal sebagai komoditas unggulan, akan diangkat menjadi daya tarik wisata kuliner dan budaya. Pengunjung dapat melihat langsung proses pengolahan, mencicipi aneka olahan, hingga membeli produk UMKM lokal.

‎Kepala Dinas Pariwisata Kaur,  Juli sarty menyebut festival ini sebagai strategi memperkenalkan Kaur ke luar daerah. “Kami ingin ketika orang mendengar Kaur, yang terlintas adalah guritanya. Ini identitas yang bisa kita banggakan dan pasarkan ke Nusantara,” ujarnya saat di komfirmasi di lapangan Merdeka Bintuhan, Kamis 23/5/2026.

‎Suasana humanis terasa sejak persiapan. Puluhan ibu-ibu kelompok pengolah ikan terlihat sibuk menyiapkan stan kuliner sambal langat gurita, kerupuk gurita, hingga abon. Bagi mereka, festival ini bukan hanya ajang jualan, tetapi juga kebanggaan membawa nama kampung halaman ke panggung yang lebih besar.

‎Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran para pemimpin dari kabupaten tetangga. Keikutsertaan mereka diharapkan memperkuat silaturahmi antar-daerah sekaligus membuka peluang kerja sama promosi wisata lintas wilayah di Bengkulu.

‎Di panggung utama, pertunjukan seni tradisional dan lomba masak gurita  menjadi daya tarik pengunjung. Anak-anak muda Kaur juga dilibatkan dalam bazar kreatif dan pameran foto laut, memberi warna baru pada perayaan yang sebelumnya lebih bersifat seremonial.

‎Bagi wisatawan, Festival Gurita menjadi alasan baru untuk datang ke Kaur. Pantai-pantai indah di pesisir selatan Bengkulu kini punya “cerita rasa” yang bisa dibawa pulang. Dinas Pariwisata berharap momentum ini menjadi pintu masuk paket wisata bahari yang berkelanjutan.

‎Di usia ke-23, Kaur memilih merayakan kemajuannya dengan mengangkat potensi lokal yang membumi. Lewat gurita, Kaur tidak hanya ingin dikenal di tingkat daerah, tetapi juga menggurita hingga mendunia.

‎Penulis: 0ngah:021

Ultah KAUR KE-23, Media Kontak Publik.com Dorong Festival Gurita Untuk Nusantara

Ultah KAUR KE-23, Media Kontak Publik.com Dorong Festival Gurita Untuk Nusantara

‎KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Kaur yang ke-23, pimpinan, karyawan, dan wartawan media online kontak http://kintakpublik.com menyampaikan aspirasi dan ucapan selamat kepada pemerintah dan masyarakat setempat. Ucapan itu disampaikan dalam bentuk pernyataan resmi menjelang peringatan 23 Mei 2026.

‎Dalam pernyataan resmi ini, pihak kontak https://kontakpublik.com berharap usia ke-23 menjadi momentum penguatan arah pembangunan daerah. “Semoga di usia yang ke-23 tahun ini, di bawah kepemimpinan Bupati Kaur Gusril Pausi dan Wakil Bupati Abdul Hamid, Kaur dapat melangkah lebih maju dalam pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

‎Kontak http://publik.com menilai Kaur memiliki potensi sumber daya alam yang menjadi keunggulan daerah. Salah satunya adalah hasil laut, khususnya gurita, yang selama ini dikenal masyarakat pesisir sebagai komoditas unggulan. Potensi itu  dinilai sangat  layak diangkat sebagai identitas ekonomi kreatif dan wisata daerah.

‎Sejalan dengan itu, segenap manejemen  media mendukung sepenuh hati  peringatan HUT Kaur tahun ini dimeriahkan dengan kegiatan Festival Gurita. Festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang promosi produk lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM pesisir.

‎Dengan Tema  _“Sambal Langat ke’ite/ kleo Gurita  untuk Nusantara”_. Tema ini sangat tepat untuk menekankan kekhasan kuliner Kaur berbasis gurita dengan cita rasa sambal langat, kuliner tradisional yang sudah dikenal luas di Bengkulu  dan sekitarnya.

‎Menurut manejemen kontak http://publik.com, pengangkatan tema lokal ke skala nasional dapat menjadi strategi branding daerah. “Dengan mengangkat sambal langat gurita, Kaur bisa memperkenalkan kekayaan kulinernya ke tingkat Nusantara. Ini peluang promosi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” kata perwakilan media tersebut.

‎Dengan  festival ini diharapkan mendapat dukungan pemerintah pusat, pelaku usaha, dan komunitas budaya. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar acara berjalan meriah sekaligus berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil.

‎Menjelang 23 tahun usia Kabupaten Kaur, harapan yang disampaikan publik tidak hanya sebatas seremonial. Masyarakat menanti langkah konkret yang menguatkan identitas daerah melalui potensi lokal, termasuk melalui kegiatan seperti Festival Gurita yang di laksanakan saat ini.

‎Penulis: 0ngah 021

AIR MANJAU SUKA RAJA KEMBALI TELAN KORBAN, LANSIA TEWAS TENGGELAM

KAUR – Aliran Air Manjau di Desa Sukaraja kembali memakan korban jiwa. Seorang laki-laki berusia  lanjut ditemukan tewas tenggelam di sungai tersebut, Minggu 13/5/2026. Peristiwa itu kembali menyeret perhatian warga pada titik rawan yang sudah lama dikeluhkan.

‎Korban diketahui bernama ilan (58) tahun, warga Desa Sukaraja. Ia diduga terpeleset saat hendak menjaring di  sungai sekitar pukul 16.30 WIB. Warga yang mendengar teriakan langsung berupaya menolong, sebenarnya  arus cukup tenang  sehingga korban di temukan  tidak jauh dari tempatnya menjaring terang warga setempat, Mustofa.

‎Tangis histeris keluarga memecah kesunyian di rumah duka. Mustofa  mengaku sudah berulang kali mengingatkan tetangganya  agar tidak turun ke sungai sendirian. Namun naas tak bisa di tolak, Tek ilan  Sekarang sudah nggak bisa pulang lagi,” ujarnya dengan mata sembab saat ditemui

‎Warga sekitar menyebut Air Manjau Sukaraja memang langganan kecelakaan. Belum ada pembatas, rambu peringatan, maupun tangga darurat di titik tersebut. “Kalau hujan, arus naik cepat. Sudah 2 kali ada korban dalam 1 tahun terakhir,” kata Sapri, 45 tahun, tokoh masyarakat setempat. Ia mendesak pemerintah desa dan BPBD segera memasang pengaman.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi di titik rawan tidak bisa ditunda. Korban jiwa sudah berulang, namun langkah konkret masih terbatas pada imbauan. Tanpa pagar pengaman, rambu jelas, dan pengawasan rutin, Air Manjau Sukaraja dikhawatirkan kembali menelan korban. Warga berharap kali ini duka tidak berhenti pada tangisan, tetapi berujung pada tindakan.

‎Penulis: 0ngah 021

‎PARIPURNA DPRD KAUR: SAHKAN 6 PROPIMDA, TUTUP-BUKA MASA SIDANG

Januardi Pimpin Sidang, Wabup dan Forkopimda Hadir Lengkap

‎KAUR – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kaur dengan agenda pembentukan 6 Program Pembentukan Peraturan Daerah dan penutupan masa sidang pertama sekaligus pembukaan masa sidang kedua Tahun 2026 digelar di Gedung DPRD Kaur, Senin 4/5. Paripurna berlangsung maraton dan tuntas sesuai rencana tanpa interupsi berarti.

‎Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD Kaur, Januardi, didampingi Wakil Ketua I Sefta Dian Nugraha SH dan Wakil Ketua II Mardianto. Seluruh anggota DPRD hadir fisik, mencatatkan kuorum 100 persen. Dari eksekutif, hadir Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I, Sekda Dr. Nasrul rahman, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, serta 15 camat se-Kabupaten Kaur.

‎Ketua DPRD Kaur, Januardi, saat memimpin sidang mengetuk palu pengesahan Propimda tepat pukul 10.15 WIB. Ia menekankan tajam bahwa Propimda bukan sekadar daftar. “Jangan sampai Propimda hanya jadi dokumen mati. OPD pengusul harus siap dengan Naskah Akademik dan Raperda. DPRD akan kawal ketat sampai jadi Perda,” katanya. Ia memberi tenggat untuk 6 Raperda masuk pembahasan.

‎Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, yang menyampaikan sambutan Bupati, menyambut baik pengesahan 6 Propimda. “Eksekutif berkomitmen menyiapkan dokumen pendukung. Khusus Raperda Pendidikan Gratis dan Penanggulangan Bencana, ini prioritas bupati,” ujarnya. Ia meminta OPD tidak lempar tanggung jawab saat pembahasan nanti, karena publik menunggu hasilnya.

‎Sekda Kaur, Nasrul rahman menambahkan penutupan masa sidang pertama 2026 telah menghasilkan 4 Perda dan 12 keputusan DPRD. “Produktivitas cukup tinggi. Masa sidang kedua kami harap fokus ke Propimda yang baru disahkan dan fungsi pengawasan APBD 2026,” jelasnya. Ia menyoroti Raperda Retribusi Parkir yang potensial dongkrak PAD jika dikelola benar.

‎Dari pantauan, paripurna berjalan efektif 2,5 jam. Tidak ada walk out atau hujan interupsi. Namun beberapa anggota dewan dari Fraksi Golkar dan NasDem menitipkan catatan kritis di luar forum: minta eksekutif serius soal data LPJ dan tidak menumpuk Raperda di akhir tahun. “Jangan kejar tayang Desember. Kasihan kualitas Perda-nya,” bisik salah satu anggota yang enggan disebut nama.

‎Dengan ditutupnya masa sidang pertama dan dibuka masa sidang kedua 2026, DPRD Kaur resmi memasuki periode kerja baru. Tantangannya jelas: mengubah 6 Propimda dari kertas menjadi Perda yang tajam dan bisa dieksekusi. Publik Kaur menunggu pembuktian, bukan sekadar ketok palu. “Kami tagih realisasinya,” kata Deny, 34, aktivis pemantau kebijakan daerah.

‎Penulis : 0ngah 021

‎PENGAMBILAN SUMPAH JANJI PNS FORMASI UMUM 2024 KAUR ‎Digelar di GSG Pemda, Jadi Dambaan Putra-Putri Daerah

KAUR – Pengambilan sumpah dan janji Pegawai Negeri Sipil formasi umum tahun 2024 Kabupaten Kaur resmi digelar di Aula Gedung Serba Guna Pemda Kaur, Senin 4/5 pagi. Momen sakral ini menjadi dambaan banyak putra-putri daerah yang telah lama menanti kepastian status sebagai abdi negara.

‎Prosesi dipimpin oleh wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid SPD i didampingi Sekda Dr. Nasrur Rahman dan Kepala BKPSDM Kaur, formasi umum hasil seleksi CASN 2024 mengucap sumpah jabatan dengan khidmat di hadapan rohaniwan sesuai agama masing-masing. Seluruh peserta kompak mengenakan seragam Korpri lengkap.

‎“Ini bukan akhir, tapi awal pengabdian. Sumpah yang diucapkan wajib dipegang teguh. Layani masyarakat dengan ikhlas, jangan minta dilayani,” tegas Wabup Abdul Hamid dalam arahannya. Ia mengingatkan PNS baru agar menjaga integritas, disiplin, dan loyal kepada negara, bukan kepada kepentingan kelompok.

‎Kepala BKPSDM Kaur, menjelaskan PNS tersebut terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang akan disebar ke seluruh OPD dan kecamatan. “Mereka sudah lulus prajabatan dan memenuhi syarat. Penempatan sesuai kebutuhan daerah, prioritas di wilayah yang masih kekurangan ASN,” ujarnya. Ia menyebut formasi 2024 termasuk salah satu yang terbanyak dalam 5 tahun terakhir.

‎Suasana haru terlihat dari wajah para PNS baru dan keluarga yang hadir. Rena Marlina, S.Pd, salah satu PNS guru yang ditempatkan di SD Negeri yang ada di Kaur , tak kuasa menahan tangis. “Alhamdulillah, penantian 3 tahun ikut tes akhirnya lulus. Orang tua saya petani, ini kebanggaan keluarga,” katanya sambil menggenggam SK. Ia bertekad mengajar dengan sungguh-sungguh di sekolah pelosok.

‎Sekda Kaur, Nasrul Rahman menambahkan bahwa Pemkab butuh ASN muda yang adaptif dan melek teknologi. “Tantangan birokrasi sekarang beda. Kami minta PNS baru cepat belajar, kuasai digital, dan turun ke lapangan. Jangan hanya di balik meja,” pesannya. Ia juga mengingatkan soal netralitas ASN menjelang tahun politik.

‎Prosesi pengambilan sumpah berlangsung tertib sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Usai kegiatan, para PNS menandatangani berita acara dan menerima SK secara simbolis. Mereka dijadwalkan mulai aktif bertugas di unit kerja masing-masing pada Senin 4/5, setelah pembekalan orientasi tambahan dari BKPSDM.

‎Bagi masyarakat Kaur, pengangkatan PNS formasi umum ini memberi harapan baru terhadap peningkatan layanan publik. Dengan tambahan beberapa abdi negara, pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan teknis diharapkan makin merata hingga ke desa-desa. “Semoga mereka amanah dan tidak korupsi,” ucap Burhan, 52, warga yang ikut menyaksikan dari luar aula.

‎Penulis : 0ngah 021

Oknum Siswa Berasrama di Kaur Sering Keluyuran Malam, Warga Keluhkan Tanaman Kerap Raib

KAUR, KONTAK PUBLIK.COM – Aktivitas siswa di salah satu sekolah berasrama di Kabupaten Kaur mulai memicu keresahan warga sekitar. Pasalnya, Oknum siswa dilaporkan kerap berkeliaran di luar jam sekolah hingga larut malam dan diduga kerap mengambil tanaman milik warga tanpa izin.

Keluhan ini mencuat setelah warga merasa terganggu dengan pengawasan pihak sekolah yang dinilai longgar. JN (47), salah satu warga yang tinggal berbatasan langsung dengan area asrama, mengungkapkan bahwa pagar sekolah seolah tidak menjadi penghalang bagi Oknum siswa untuk keluar-masuk.

“Siang malam mereka keluar-masuk. Pagar sekolah memang ada, tapi banyak yang memanjat. Yang bikin jengkel, tanaman seperti pisang, ubi, bahkan kelapa sering hilang. Sampai bunga di depan rumah juga raib,” ujar JN kepada media, Sabtu (2/5). Ia mengaku sudah berulang kali menegur  Oknum siswa tersebut, namun perilaku tersebut terus berlanjut.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari legislatif. Anggota DPRD Kaur, Firjan Eka Budi, dalam rapat paripurna meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kaur segera mengambil langkah konkret. Ia menekankan bahwa keberadaan sekolah
Berasrama seharusnya membawa dampak positif, bukan justru meresahkan lingkungan.

“Dinas Pendidikan (Disdik) harus segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Satpol PP juga perlu membantu patroli di wilayah tersebut. Jangan sampai citra pendidikan di Kaur rusak karena persoalan pengawasan seperti ini,” tegas Firjan. Ia juga mendorong agar pihak desa memfasilitasi mediasi antara warga dan sekolah guna mencari solusi bersama.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur belum memberikan keterangan resmi terkait lemahnya pengawasan di sekolah berasrama tersebut.

Warga berharap pemerintah dan pihak sekolah segera bertindak tegas agar ketertiban lingkungan kembali terjaga, sehingga para siswa dapat kembali fokus pada tugas utama mereka untuk belajar tanpa mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.

Penulis: 0ngah 021